Minggu, 23 Juli 2017

Perbedaan Server - Client dan Setting Ip Address antara Server - Client

 Pemaparan Server dan Client
Server adalah suatu sistem komputer yang menyediakan berbagai macam jenis-jenis layanan tertentu yang ditujukan untuk client dalam suatu sistem jaringan komputer.  Server dilengkapi oleh sistem operasi (OS) yang khusus untuk mengontrol ataupun memonitor akses dan juga sumber daya yang terdapat di dalamnya. Lalu selain itu server didukung oleh prosesor yang bersifat scalable serta RAM yang berkapasitas besar, dan dilengkapi oleh sistem operasi yang khusus, disebut sebagai sistem operasi jaringan komputer. Server juga menjalankan perangkat-perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan komputer dan sumber daya yang ada di dalamnya, seperti misalnya berkas ataupun pencetak, dan memberikan akses kepada stasiun kerja anggota-anggota jaringan komputer.
Client adalah komputer yang terdapat dalam jaringan komputer, yang menggunakan berbagai macam sumber daya yang telah disediakan oleh server. Bisa juga definisi client adalah pemakai layanan server.
Pada prinsipnya client dan server merupakan suatu sistem yang merupakan aplikasi pada jaringan komputer yang saling terhubung atau berhubungan.
Di bagian bawah ini adalah paradigma Client dan Server:
Client: Mengawali hubungan dengan server, lalu biasanya meminta layanan dari server. Untuk Web, client di implementasikan dalam bentuk browser: untuk e-mail (electronic mail), dalam bentuk mail reader.
Server: Menyediakan berbagai macam layanan yang diminta oleh client. Missalnya : Web server mengirimkan sebuah halaman Web, mail server mengirimkan e-mail.
Perbedaan Server dan Client
1.        Berdasarkan Fungsinya
Komputer server memiliki fungsi sebagai pusat dari seluruh jaringan komputer yang ada. Komputer server berperan menyediakan seluruh informasi yang ada sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh data yang terkait dalam sebuah perusahaan atau organisasi disimpan didalam komputer server. Komputer ini juga digunakan sebagai database yang dapat menampung berbagai jenis database managemet system atau DBMS. Selain itu, komputer server juga memiliki peran untuk melakukan troubleshooting dari kerusakan jaringan komputer. Sedangkan untuk komputer client sendiri hanya berperan untuk mengakses informasi atau data yang diberikan oleh komputer server. Komputer client digunakan secara pribadi atau keperluan individu. Semua koneksi jaringan komputer client berujung pada komputer server. Sehingga bila komputer server sendiri bermasalah maka komputer client juga dapat mengalami masalah pula. Kerusakan pada komputer server akan mengganggu sistem yang bekerja pada jaringan komputer.
2.        Bedasarkan sistem operasi yang digunakan
Komputer server dan komputer client memiliki sistem operasi yang berbeda satu sama lainnya. Komputer server biasanya menggunakan windows server, MAC OS Server, Linux Server dan lainnya. Komputer server memiliki sistem operasi tersendiri dan khusus agar bisa menjadi pusat dari jaringan seluruh komputer yang ada. Untuk komputer client sendiri biasanya menggunakan PC atau komputer biasa. Sistem operasi yang digunakan diantaranya adalah windows 7,8,10, Linux, Mcacintosh dan masih banyak lainnya.
3.        Bedasarkan perangkat keras yang digunakan
Pada komputer client dan server memiliki hadware atau perangkat keras yang berbeda-beda. Secara umum, komputer server membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih kompleks dan tinggi bila dibandingkan dengan komputer biasa. Paling tidak dalam sebuah komputer server wajib untuk memiliki prosesor dan kapasitas RAM yang tinggi sehingga dapat memproses data dengan cepat. Ukuran hardisknya pun juga harus besar. Sedangkan untuk komputer client sendiri, spesifikasi komputer yang digunakan adalah komputer pada umumnya seperti CPU Intel Dual Core, RAM 2 GB, Hardisk 500 GB. Setidaknya komputer server harus memiliki spesifikasi diatas poin tersebut.
Pengaturan IP Address antara Server – Client
Untuk dapat menghubungkan komputer server ke komputer client kita bisa melakukan melalui jaringan LAN. LAN (Local Area Network) adalah sebuah jaringan komputer yang bisa menghubungkan komputer satu ke komputer lainnya dengan  menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub,  Router, Switch, dan lain sebagainya.
Selain pemasangan jaringan LAN mudah, jaringan LAN juga praktis dan banyak digunakan kebanyakan orang. Jika kita lihat tempat internet umum seperti warnet, dimana semua komputer client terhubung ke satu komputer server biasanya mereka menggunakan jaringan LAN. Untuk menghubungkan komputer server ke komputer client selain pemasangan kabel LAN, kita juga harus menyeting IP komputer kita.
Berikut cara setting IP komputer server terhubung ke Client melalui jaringan LAN:
1.        Pada Wiindows klik Start  => Settings => Control Panel

2.        Selanjutnya pada Contro Panel  pilih Network Connections


3.      Maka akan muncul tampilah seperti gambar di atas ini. Klik kanan Local Area Connection dan pilih Properties.

4.        Kemudian Pilih Internet Protocol (TCP/IP) dan klik Properties


5.        Pilih USE THE FOLLOING IP ADDRESS dan isi alamat IP dengan IP kita 
IP Address: isi dengan IP address kita (contoh 192.168.2.50)
Untuk Subnet Mask harus sama yaitu pada default : 255.255.255.0
Pilih USE THE FOLLOWING DNS SERVER ADDRESSES
Isi kolom Preferred DNS Server dan Kolom Alternate DNS sever dan Klik OK.
Kemudian kita pindah  ke komputer client dan setting komputer client. pada dasarnya  cara menyesting IP client dan IP Server itu sama, cuma beda pada pengisian IP saja. Ulangi langkah langkah di atas, jika sudah pada pengisian IP Address ganti IP address 192.168.2.50 dengan 192.168.2.1
Lihat gambar dibawah ini:


6.        Komputer Client nomer Satu isi IP Address dengan 192.168.2.1 dan Klik OK
Komputer 2 => IP Address : 192.168.1.2
Komputer 3 => IP Address : 192.168.1.3 dan seterusnya

7.        Dan  lihat hasilnya koneksi internet sudah terhubung antar komputer sever dan komputer client.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber:

1 komentar: