
Client adalah komputer yang terdapat dalam jaringan
komputer, yang menggunakan berbagai macam sumber daya yang telah disediakan
oleh server. Bisa juga definisi client adalah pemakai layanan server.
Pada prinsipnya client dan server merupakan suatu
sistem yang merupakan aplikasi pada jaringan komputer yang saling terhubung
atau berhubungan.
Di bagian bawah ini adalah paradigma Client dan
Server:
Client:
Mengawali hubungan dengan server, lalu biasanya meminta layanan dari server.
Untuk Web, client di implementasikan dalam bentuk browser: untuk e-mail
(electronic mail), dalam bentuk mail reader.
Server:
Menyediakan berbagai macam layanan yang diminta oleh client. Missalnya : Web
server mengirimkan sebuah halaman Web, mail server mengirimkan e-mail.
Perbedaan Server dan Client
1.
Berdasarkan Fungsinya
Komputer
server memiliki fungsi sebagai pusat dari seluruh jaringan komputer yang ada.
Komputer server berperan menyediakan seluruh informasi yang ada sehingga dapat
dikatakan bahwa seluruh data yang terkait dalam sebuah perusahaan atau
organisasi disimpan didalam komputer server. Komputer ini juga digunakan
sebagai database yang dapat menampung berbagai jenis database managemet system
atau DBMS. Selain itu, komputer server juga memiliki peran untuk melakukan
troubleshooting dari kerusakan jaringan komputer. Sedangkan untuk
komputer client sendiri hanya berperan untuk mengakses informasi atau data yang
diberikan oleh komputer server. Komputer client digunakan secara pribadi atau
keperluan individu. Semua koneksi jaringan komputer client berujung pada
komputer server. Sehingga bila komputer server sendiri bermasalah maka komputer
client juga dapat mengalami masalah pula. Kerusakan pada komputer server akan
mengganggu sistem yang bekerja pada jaringan komputer.
2.
Bedasarkan sistem operasi yang digunakan
Komputer
server dan komputer client memiliki sistem operasi yang berbeda satu sama
lainnya. Komputer server biasanya menggunakan windows server, MAC OS Server,
Linux Server dan lainnya. Komputer server memiliki sistem operasi tersendiri
dan khusus agar bisa menjadi pusat dari jaringan seluruh komputer yang ada.
Untuk komputer client sendiri biasanya menggunakan PC atau komputer biasa.
Sistem operasi yang digunakan diantaranya adalah windows 7,8,10, Linux,
Mcacintosh dan masih banyak lainnya.
3.
Bedasarkan perangkat keras yang digunakan
Pada komputer
client dan server memiliki hadware atau perangkat keras yang berbeda-beda.
Secara umum, komputer server membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih
kompleks dan tinggi bila dibandingkan dengan komputer biasa. Paling tidak dalam
sebuah komputer server wajib untuk memiliki prosesor dan kapasitas RAM yang
tinggi sehingga dapat memproses data dengan cepat. Ukuran hardisknya pun juga
harus besar. Sedangkan untuk komputer client sendiri, spesifikasi komputer yang
digunakan adalah komputer pada umumnya seperti CPU Intel Dual Core, RAM 2 GB,
Hardisk 500 GB. Setidaknya komputer server harus memiliki spesifikasi diatas
poin tersebut.
Pengaturan IP Address antara Server – Client
Untuk dapat menghubungkan komputer
server ke komputer client kita bisa melakukan melalui jaringan LAN. LAN (Local
Area Network) adalah sebuah jaringan komputer yang bisa menghubungkan komputer
satu ke komputer lainnya dengan menggunakan kabel UTP (Unshielded
Twisted-Pair), Hub, Router, Switch, dan lain sebagainya.
Selain pemasangan jaringan LAN mudah,
jaringan LAN juga praktis dan banyak digunakan kebanyakan orang. Jika kita
lihat tempat internet umum seperti warnet, dimana semua komputer client
terhubung ke satu komputer server biasanya mereka menggunakan jaringan LAN. Untuk
menghubungkan komputer server ke komputer client selain pemasangan kabel LAN,
kita juga harus menyeting IP komputer kita.
Berikut cara setting IP komputer
server terhubung ke Client melalui jaringan LAN:
1.
Pada
Wiindows klik Start => Settings => Control Panel
2.
Selanjutnya
pada Contro Panel
pilih Network Connections
3. Maka
akan muncul tampilah seperti gambar di atas ini. Klik kanan Local Area Connection dan pilih Properties.
4.
Kemudian
Pilih Internet Protocol (TCP/IP) dan
klik Properties
5.
Pilih USE THE FOLLOING IP ADDRESS dan
isi alamat IP dengan IP kita
IP Address: isi dengan IP address kita (contoh 192.168.2.50)
Untuk Subnet Mask harus sama yaitu pada default : 255.255.255.0
Pilih USE THE FOLLOWING DNS SERVER ADDRESSES
Isi kolom Preferred DNS Server dan Kolom Alternate DNS sever dan Klik OK.
Kemudian kita pindah ke komputer client dan setting komputer client. pada dasarnya cara menyesting IP client dan IP Server itu sama, cuma beda pada pengisian IP saja. Ulangi langkah langkah di atas, jika sudah pada pengisian IP Address ganti IP address 192.168.2.50 dengan 192.168.2.1
Lihat gambar dibawah ini:
IP Address: isi dengan IP address kita (contoh 192.168.2.50)
Untuk Subnet Mask harus sama yaitu pada default : 255.255.255.0
Pilih USE THE FOLLOWING DNS SERVER ADDRESSES
Isi kolom Preferred DNS Server dan Kolom Alternate DNS sever dan Klik OK.
Kemudian kita pindah ke komputer client dan setting komputer client. pada dasarnya cara menyesting IP client dan IP Server itu sama, cuma beda pada pengisian IP saja. Ulangi langkah langkah di atas, jika sudah pada pengisian IP Address ganti IP address 192.168.2.50 dengan 192.168.2.1
Lihat gambar dibawah ini:
6.
Komputer
Client nomer Satu isi IP Address dengan 192.168.2.1 dan Klik OK
Komputer 2 => IP Address : 192.168.1.2
Komputer 3 => IP Address : 192.168.1.3 dan seterusnya
Komputer 2 => IP Address : 192.168.1.2
Komputer 3 => IP Address : 192.168.1.3 dan seterusnya
7.
Dan
lihat hasilnya koneksi internet sudah terhubung antar komputer sever dan
komputer client.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber:
makasih mib ]
BalasHapussolder infrared